drama korea I’m sorry I love you (snowflower)

Dimalam yang dingin ini, aku duduk sendiri dibawah pohon cemara yang terlihat sangat indah dan tinggi ini. Tiba-tiba tetesan salju pertama ditahun ini turun menutupi permukaan bumi. Satu persatu, begitu indah, membuat malam yang dingin ini menjadi lebih berwarna.

Semakin lama, bunga-bunga salju turun semakin deras. Aku mencoba menyentuhnya, namun segera mencair ketika bunga-bunga putih itu mendarat ditanganku.

Dari kejauhan, ada sebuah bayangan putih yang menarik diriku untuk mengikutinya. Tanpa kusadari kedua kakiku melangkah mengikutinya. Semakin lama aku mengikutinya semakin aku merasa hangat walaupun salju turun semakin deras.

Diperjalanan, aku merasa seperti keping-keping video masa lalu berputar, dan diantara beberapa video itu aku melihatmu. Melihatmu yang sangat kurindukan. Satu-persatu airmataku ikut menetes membasahi pipiku yang smakin dingin.

Ketika aku pertama kali melihatmu, kau sedang merapikan buku-buku diperpustakaan. Dengan celemek yang penuh abu itu kau merapikan buku satu persatu. Menyusunnya dengan perlahan dan sambil tersenyum.

Kau melayani setiap orang dengan bahagia walaupun banyak orang memperlakukanmu dengan tidak baik. Mereka merusak buku-buku kesayanganmu, merobeknya, bahkan menghilangkan beberapa helai kertas-kertas yang sangat berharga bagimu. Namun, walaupun bahkan diantara mereka tidak mengucapkan permintaan maaf, kau tetap tersenyum. Kau memperbaiki buku-buku itu satu persatu hingga larut malam dengan hati-hati. Kau samasekali tak pernah menunjukkan rasa marahmu pada siapapun.

Kau adalah pria bodoh yang membuatku menjadi terus memperhatikanmu sampai tempat ini hampir tutup. Ketika aku beranjak dari tempat dudukku dan meletakkan kembali buku-buku yang kubaca pada tempatnya, tiba-tiba kau menghampiriku.

“kau mau pulang? Boleh aku mengantarmu?” kalimat pertama yang kau lontarkan padaku

Aku hanya terdiam, bingung, sambil berpikir, bagaimanakah dirimu yang sebenarnya. Benarkah kau sebaik itu? Benarkah masih ada orang yang berhati malaikat didunia yang penuh dengan orang-orang bersifat seperti iblis?

Aku hanya mengangguk, mengiayakan, namun aku semakin penasaran denganmu.

Pada akhirnya, walaupun aku tetap terdiam, aku berjalan disamping dirimu.

“aah~ salju pertama ditahun ini mulai turun” kalimat kedua yang kau ucapkan padaku untuk memecah suasana sepi diantara kita

“aah~ bunga-bunga salju yang sangat putih ini begitu cantik” ucapmu tersenyum dan mencoba menangkap salju – salju yang berjatuhan dari langin gelap

Kau terlihat seperti anak kecil yang mencoba mengumpulkan salju itu walaupun pada akhirnya langsung mencair ketika mendarat ditanganmu.

“kau sangat menyukainya?” tanya ku untuk pertama kalinya

Kau hanya mengangguk dengan senyuman lebar. Aku akhirnya sadar, kau bukan seorang malaikat, namun kau hanya seorang anak kecil yang sangat polos. Tak pernah berpikiran buruk terhadap apapun. Kau hanya senang melakukan semua hal sambil tersenyum. Kau adalah seorang anak kecil yang bahagia melihat salju pertama turun seperti anak kecil lainnya yang bahagia melihat orangtuanya memberikan hadiah.

Tanpa sadar, aku tertawa kecil melihat tingkahmu. Aku tak percaya, aku bertemu orang sepolos dirimu. Akhirnya, aku sadar, bahwa didunia ini masih ada sebagian kecil orang-orang yang selalu bersyukur terhadap apa ada. Seperti kau yang begitu senangnya melihat salju turun dan selalu tersenyum walaupun banyak orang yang menjahatimu.

Seiring dengan salju yang turun semakin deras, cuacapun semakin dingin. Lalu aku merasakan sesuatu yang hangat menyentuh tangan kananku. Menggenggam dengan sangat erat sehingga tanganku yang hampir beku ini akhirnya bisa memerah lagi.

Aku menatapmu, dan kau hanya melemparkan senyum polosmu itu. Kita lalu berjalan dengan berpegangan tangan sampai pada akhirnya aku berhenti tepat didepan rumahku.

“Aku harap aku bisa bertemu denganmu lagi” ucapnya dengan ekspresi penuh permohonan

Aku hanya tersenyum dan melambai kearahmu sampai aku masuk kedalam rumah.

Bodohnya aku, akhirnya esok harinya aku kembali berada ditempat itu dan mulai memperhatikanmu lagi dari kursi yang sama.

Aku tau kau tak tau bahwa aku memperhatikanmu lagi dari tempat ini. Duniamu hanya penuh dengan buku-buku yang mengelilingi tempat ini. Namun, itu adalah dirimu yang sesungguhnya. Bahkan, aku kembali bertanya pada diriku sendiri ‘kenapa memperhatikannya menjadi kebiasaan baru ku?’ ‘apakah sekarang aku hidup untuknya?’ ‘perasaan aneh apa ini?’

“Kau datang~” ucapnya yang membuyarkan semua lamunanku

“Yah~ aku pikir kau tak menyadarinya~” ucapku dengan nada sedikit protes

“Iya, aku baru sadar ketika aku mau meletakkan buku di rak di daerah ini” ucapnya ringan sambil kemudian duduk disebelahku

“umm~ begitukah? Kenapa kau suka sekali dengan buku?” tanyaku penasaran

“ketika aku membaca buku, seakan-akan aku masuk kedunia yang ada dalam buku tersebut. Aku seperti bisa menghayalkan apa yang dituliskan oleh buku-buku ini”

Ah, seperti yang kuduga. Jawabannya kali inipun benar-benar polos.

“kau itu, unik” ucapku sambil menetawainya

“hei, itu pujian atau sindiran?” tanyanya mulai cemberut. Benar-benar seorang anak kecil.

Aku tak menjawabnya, hanya terus memandangi wajah lembutnya yang sangat berbinar.

Sekarang, setiap hari aku datang keperpustakaan itu. Memperhatikannya adalah kebiasaan baru yang tak bisa aku tinggalkan. Sesekali aku membantunya merapikan buku-buku kesayangannya. Aku mencoba untuk mulai mencintai buku juga. Entah kenapa, dirinya bisa membuatku berubah.

Video-video itu kini berputar semakin jelas disekelilingku dan langkah kakiku masih terasa seperti tertarik untuk tetap mengikuti bayangan yang terus bergerak maju didepanku. Salju turun semakin deras, sama seperti airmataku yang berjatuhan, namun malam dingin itu menjadi hangat, lebih hangat, dan semakin hangat.

Memori-memori yang kita ciptakan hampir setahun lamanya terus berputar, sampai pada akhir autum, hari yang paling kau tunggu-tunggu.

“Aku lihat diheadline news tadi pagi, hari ini adalah autum terakhir di tahun ini. Itu artinya nanti malam, akan turun bunga-bunga salju pertama ditahun ini” ucapnya benar-benar bahagia

“aah~ salju pertama? Kado dari langit yang sangat kau tunggu-tunggu akhirnya akan datang lagi” ucapku melihat tingkah polosnya

“iya, nanti malam, aku akan menjemputmu~ aku janji, aku bakal menunjukkan tempat yang sangat dekat untuk melihat salju turun~ kita pergi ke atas bukit~ Aku ingin lebih dekat dengan tempat salju-salju itu berasal~ aku ingin diatas langit dan melihat sendiri bagaimana salju-salju itu turun” ucapnya yang sangat mencintai salju pertama

Seperti yang kau janjikan, aku menunggumu. Menunggumu dan terus menunggumu. Aku duduk diteras rumah, lalu salju pertama turun saju persatu dengan begitu indahnya menari-nari diudara, namun kau tak kunjung datang. Walaupun begitu, bunga-bunga salju ini membuatku seakan berada disampingmu. Memelukku erat sambil tersenyum padaku.

Aku tetap mengikuti bayangan itu, dan seketika bayangan itu menghilang. Salju-salju yang turun pun mulai berhenti, namun tidak dengan air mataku.

Aku tersadar, kakiku berhenti tepat disepan sebuah kuburan yang bertuliskan namamu ‘Lee Jang Woo’. Jangwoo oppa~ ini aku eunjung~ masih ingatkah kau padaku? Hari itu, kau tak menepati janjimu. Aku menunggumu hingga pagi, namun yang datang kerumahku hanyalah beberapa orang polisi. Mereka mengatakan padaku bahwa kau kecelakaan ketika akan kerumahku. Harusnya waktu itu kau tak usah pergi kerumahku. Aku rela kau menikmati salju pertama sendiri. Aku benar-benar merindukanmu sekarang~

Hari ini, tidak seperti tahun lalu. Sekarang kita bisa merasakan salju pertama turun bersama. Kau pasti merasa senang kan~ Selamanya akan seperti ini~ Kau selalu ada diantara salju-salju itu~ Aku tak akan pernah melupakanmu~

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s