antisitotoksik herbal

BAB I

PENDAHULUAN

Akhir-akhir ini, penggunaan tanaman untuk mengobati berbagai penyakit mulai dilakukan oleh berbagai lapisan masyarakat dengan slogan “kembali ke alam”. Salah satu pengobatan yang banyak menggunakan bahan alam adalah untuk penyakit kanker. Di Indonesia penderita kanker yang terbanyak adalah kanker payudara, diikuti kanker mulut rahim, hati, limpoma dan kanker darah (Aditama, 2001).

Jumlah penderita kanker diIndonesia belum diketahui secara pasti, akan tetapi peningkatannya dari tahun ke tahun dapat dibuktikan sebagai salah satu penyebab utama kematian. Hanya beberapa jenis kanker saja yang dapat diobati secara memuaskan. Terutama jika diobati saat masih stadium dini. Keberhasilan pengobatan sangat dipengaruhi oleh jenis kanker, stadium kanker, keadaan umum penderita, dan usaha penderita untuk sembuh.

Hingga kini penyebab kanker masih jadi ajang penelitian para dokter. Secara garis besar kanker dibagi menjadi 4 jenis sebagai berikut:

  1. Karsinoma, yakni kanker yang tumbuh dan berkembang di sel epitel.
  2. Sarkoma, yakni kanker yang tumbuh dan berkembang di jaringan penunjang, seperti jaringan penunjang payudara.
  3. Leukimia, yakni kanker yang menyerang jaringan yang menghasilkan darah.
  4. Limpoma, yakni kanker yang menyerang jaringan limpa.

Kanker dapat menyerang semua bagian tubuh karena itu dikenal jenis-jenis kanker bedasarkan organ tubuh yang terserang seperti kanker payudara, kanker kulit, kanker hati.

 

Salah satu usaha yang dapat ditempuh untuk menemukan obat kanker adalah menggali sumber obat nabati. Indonesia kaya akan sumber  bahan obat alam nabati yang telah dimanfaatkan secara turun-temurun oleh masyarakat, termasuk untuk mengobati kanker (Anonim , 2003).

Kanker ditandai dengan  pertumbuhan sel yang tidak terkendali, yang dapat menginvasi jaringan sekitarnya dan bermetastasis ke bagian tubuh yang lain. Kematian merupakan akibat paling utama dari kanker. Kanker merupakan penyakit penyebab kematian kedua di dunia setelah penyakit jantung dan pembuluh darah. Insiden kanker di Indonesia diperkirakan 100 orang perseribu penduduk pertahun atau sekitar 200.000 penduduk per tahun. Pada survei kesehatan rumah tangga yang diselenggarakan Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Litbangkes), ditemukan 1,4% dari seluruh kematian disebabkan oleh kanker. Angka ini meningkat menjadi 3,4 % pada tahun 1980 dan 4,3 % pada tahun 1986.  Diantara sepuluh kanker primer pada wanita di Indonesia, kanker leher rahim  menempati posisi pertama (28,66%), kemudian diikuti oleh kanker payudara (17,77%). Tiga puluh persen dari seluruh kanker pada wanita adalah kanker payudara. Kanker payudara merupakan kanker yang paling sering diderita wanita Amerika Serikat dan merupakan penyebab kematian antara umur 20 sampai dengan 59 tahun. Angka harapan hidup akan meningkat sebesar 80% jika kanker ini diterapi secara dini.

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

Kanker merupakan pertumbuhan sel yang tidak terkontrol diikuti proses invasi ke jaringan sekitar dan menyebarnya ke bagian tubuh yang lain. Sifat utama sel kanker ditandai dengan hilangnya kontrol pertumbuhan dan perkembangan sel kanker tersebut (King, 2000). Sejak lama penyakit kanker menjadi salah satu penyakit yang menakutkan bagi banyak orang. Berbagai upaya penyembuhan, khususnya pada kanker stadium lanjut selalu diikuti dengan hasil yang tidak memuaskan, bahkan efek dari kegagalan pembedahan bisa menyebabkan kanker menyebar ke bagian tubuh lain dengan kondisi yang parah (Sudewo, 2004).

Hingga kini penyebab kanker masih menjadi ajang penelitian para dokter, baik di rumah sakit maupun di kalangan akademis. Namun ada beberapa faktor yang diduga meningkatkan resiko terjadinya kanker. Faktor-faktor resiko penyebab tersebut sebagai berikut:

  1. Bahan kimia, tar pada rokok dan bahan kimia industri.
  2. Penyinaran (radiasi) yang berlebihan terutama radiasi sinar matahari, sinar X (rongten) elektromagnetik dan radiasi bahan berbahan nuklir.
  3. Beberapa virus tertentu.
  4. Pemberian hormon yang berlebihan.
  5. Rangsangan berupa benturan atau gesekan di salah satu bagian tubuh secara berulang-ulang dalam waktu yang lama.
  6. Makanan tertentu seperti makanan yang diawetkan dan mengandung zat pewarna.

Penyakit kanker dapat menyerang siapa saja dan dari golongan manapun. Meskipun demikian kanker lebih sering menyerang orang yang berusia lebih dari 40 tahun. Kanker tidak termasuk penyakit menular dan umumnya tidak menurun secara genetik.

 

Kanker payudara sering ditemukan di seluruh dunia dengan insiden relatif tinggi, yaitu 20% dari seluruh keganasan. Menurut WHO 8-9% wanita mengalami kanker payudara. Hal ini menjadikan kanker payudara sebagai jenis kanker yang paling banyak ditemui pada wanita. Setiap tahun lebih dari 250.000 kasus baru kanker payudara terdiagnosa di Eropa dan kurang lebih 175.000 di Amerika Serikat. Masih menurut WHO, tahun 2000 diperkirakan 1,2 juta wanita terdiagnosis kanker  payudara dan lebih dari 700.000 meninggal karena kanker ini (Anonimc,2008). Kanker payudara banyak diderita kaum wanita di Indonesia setelah kanker leher rahim (Meiyanto, 2003). Kanker payudara merupakan penyebab utama kematian pada wanita di berbagai belahan dunia. Kebanyakan penderita kanker  payudara (60-70%) terlambat mendapat pengobatan sehingga mengakibatkan kematian (Klauber-DeMorecit Da’i, 2006)

Obat antikanker yang telah ada selain memiliki khasiat sebagai antikanker obat tersebut juga bersifat merusak sel-sel yang tumbuh normal (Anonim, 2000). Selain itu pengobatan kanker dengan obat-obatan kemoterapi hanya efektif untuk  beberapa periode waktu saja (Meiyanto, 2003). Keadaan ini mendorong dilakukannya berbagai penelitian untuk menemukan antikanker yang diharapkan memilikitoksisitas selektif yaitu menghancurkan sel kanker tanpa merusak sel jaringan normal (Ganiswara dan Nafrialdi, 2005

Dari referensi didapat 6 jenis penyakit kanker

  1. Kanker paru-paru dan bronkial

Penyakit ini diklaim sebagai salah satu penyakit yang paling banyak menyerang atau mengakibatkan kematian. Penyakit ini biasanya menyerang usia antara 55   dan  65 tahun. Kanker ini terdiri dari dua jenis :

kanker paru non-sel kecil yang kurang cepat dalam menyebarkan dan sel kanker paru-paru kecil yang lebih cepat dalam penyebaran penyakit.

 

 

 

 

 

  1.  

     

    kanker Colon

Kanker  usus  besar adalah  hasil yang cepat dari jaringan di usus besar, sementara kanker rektum adalah hasil dari jaringan yang berlebihan  di  beberapa sentimeter  terakhir dari  usus   di   dekat  anus,   pada  awalnya rumpun awal dan kemudian tumbuh keluar sebagai jaringan polip,  yang mungkin atau mungkin     tidak      menjadi     ganas. Ketika keduanya terjadi bersama-sama, ini dikenal sebagai kanker kolorektal.

 

 

 

 

 

 

 

  1.  

     

    Kanker Payudara

Jenis   Kanker  yang  paling  umum  terjadi  pada wanita, di  samping kanker  kulit ,  adalah  kanker payudara. Kanker   ini juga merupakan salah satu kanker yang paling sering diteliti. Kanker ini juga dapat ditemukan pada pria, dan dimana kanker ini biasanya terjadi  pada  saluran  dan   sel-sel yang  memproduksi  susu,   dan  kemudian menyebar  ke  jaringan  lemak berdekatan  dengan  kelenjar getah  bening di ketiak,  yang merupakan  rute utama  untuk menyebarkan ke  sistem  organ tubuh yang lain.

 

 

 

 

 

 

  1. Kanker Pankreas

 

 

Jika Anda menemukan  bahwa  Anda akan terus  menerus menemukan satu  atau masalah lain di pencernaan dan regulasi metabolisme, maka tidak tertutup kemungkinan   Anda   juga   bisa    terkena kanker pankreas.

 

 

 

 

 

 

  1.  

     

    Kanker Prostat

Dua penyakit kanker yang menyebabkan kematian pada pria, yaitu kanker paru paru dan bronkial beserta kanker prostat.

 

 

 

 

 

 

 

  1.  

     

    Leukemia

Leukemia adalah jenis penyakit kanker yang paling banyak dipelajari dan diteliti, kanker ini  memiliki berbagai modifikasi. Secara keseluruhan, leukemia adalah kanker yang mempengaruhi darah membentuk jaringan mengakibatkan  peningkatan jumlah sel  darah  putih penting daripada  tingkat normal.  Dari semua jenis leukemia, leukemia akut myelogenous telah menjadi tipe yang paling merugikan.

 

 

BAB III

PEMBAHASAN

Beberapa jenis makanan obat mempunyai peran tersendiri dalam penyembuhan kanker. Peran tersebut antara lain sebagai sitostatiska, imonodulalor, antineoplastik, anti inflamasi, hepatopraktektor, dan analgesik. Saat ini beberapa tanaman yang diformulasikan menjadi obat paten sebagai obat kanker. Misalnya sambiloto, buah pala, bidara upas, dan bidara laut telah diformulasikan menjadi obat kanker karsinom-1 untuk mengobati kanker, terutama kanker yang sudah mengalami metastasis.

Penggunaan obat herbal untuk mengobati kanker diaplikasikan untuk hal-hal berikut;

  1. Kanker yang terdiagnosis sejak dini.
  2. Kanker yang telah mendapat pembedahan.
  3. Diberikan sebagai pendukung radioterapi.
  4. Diberikan bersamaan dengan kemoterapi untuk mendapatkan efek adiktif dan potensial, serta sebagai adjuvan (penawar).
  5. Sebagai kompreventif bagi mereka yang bersedia terkena kanker.

Penggunaan abat herbal untuk mengobati kanker tidak mucul begitu saja.Adabeberapa pendekatan yang mendasari pengobatan dengan bahanbakutanaman tersebut.

Pendekatan dalam pengobatan kanker dengan bahanbakutanaman obat sebagai berikut;

  1. Konsep bahwa kanker bersifat reversible (bisa normal kembali).
  2. Proses penghambat pertumbuhan kanker.
  3. Konsep penuaan sel kanker.
  4. Konsep memperkuat sel lain di sekitar kanker.

Tanaman Obat Penyembuh Kanker

1. Ciplukkan

Ciplukan termasuk family salonceae dengan nama latin Physalis Angulata Linn dan Physalis Minima Linn.

  • Kandungan kimia yang terkandung yang terdapat dalam ciplukan diantaranya saponin, flavoinodal, polipenol, asam klorogenat, zat gula, elaidic, dan fisalin.
  • Tanaman Ciplukan bersifat analgetik, divretik, detoxifies, pereda batuk, dan pengaktif fungsi kelenjar-kelenjar tubuh.
  • Khasiat untuk mengobati kanker ialah saponin yang terkandung dalam Ciplukan memberikan rasa pahit dan berkhasiat sebagai antitumor dan menghambat pertumbuhan kanker, terutama kanker usus, besar. Sementara itu flavonioidal dan polifenol sebagai anti oksidan.

 

2. Kunyit

Memiliki nama latin Curcuma Domestical val  atau Curcuma Longa Linn dan termasuk ke dalam family zingiberaceae.

  • Kandungan kimia yang terdapat dalam kulit diantarnya minyak asiri, curcumin, shodium curminat, diacetyl curcumin, triethyl curcumin, tetra hidro curcumin, ferolic acid, turmeron, saponin, planoid, amilum, polifenol, asam askorbat, neda-karotena, evgenol dan niasin.
  • Sifat kunyit adalah sebagai hipotoksis, bakterisid, karminatif memperlancar pengeluaran cairan empedu (kolagenum), anti perik (penurun panas), antiradang, melebarkan bronkus, analpitium, (bahan penyegar), stimulansia, dan anti priliveratif.
  • Khasiat untuk obat kanker adalah curcumin, yang terkandung dalam rimpang kunyit bermanfaat sebagai antitumor dan anti-inflamasi (antiradang). Sementara itu saponin berkhasiat sebagai antineoplastik (antikanker) dan beta karoten, polifenol, berfungsi sebagai antioksidan. Dari semua senyawa yang terkandung dalam kunyit, tetra hidro curcumin (THC) ternyata mempunyai aktivatas anti-inflasi tertinggi.

 

3. Kunir Putih atau Temu Mangga

Memiliki nama ilmiah Curcuma albha Linn atau  Curcuma Mangga Val dan termasuk kedalam family zingiberaceae.

  • Kandungan kimia yang sudah diketahui dalam kunir putih antara lain saponin, polifenol, curcumin, 2-norbonane, 3-methylene, caryophylen oxcide, cyclopentane acetalde-hide, caryphylen dan cinnamyltiglate.
  • Tanaman ini memiliki sifat hemostatis (mengentikan pendarahan), menambah nasu makan, analgesik, antitoksik, dan mempercepat penyembuhan luka.
  • Khasiat untuk pengobat kanker adalah curcumin yang terkandung dalam ripang kunir putih bermanfaat antitumor, dan anti-inflamasi (antiradang). Sementara itu, saponin bersifat sebagai antineoplastik (antikanker) dan polifenol bersifat sebagai anti oksidan. Selain itu kunir putih juga sangat bermanfaat untuk menyembuhkan luka akibat kanker dan tumor.

4. Sambiloto

Sambiloto termasuk family Acanthaceae dan mempunyai nama latin Andrographis Paniculata Ness.

  • Kandungan kimia sambitolo yang sudah diketahui antara lain saponin, flovanoid, tanin, andrografolida, deoksi-andrografolida, neo-andrografolida, aldehida, andrografin, panikolina, polimetoksplanon, apigenin dan beberapa mineral.
  • Dimasyarakat, sambiloto dikenal sebagai obat demam, penyakit kulit, masuk angin, dan memperbaiki pencernaan. Selain itu tanaman ini juga berkhasiat menghilangkan panas, penawar racun, bersifat sebagai antibiotik, serta mampu meningkatkan kekebalan seluler dan meningkatkan aktivitas kelenjar-kelenjar tubuh.
  • Khasiat untuk pengobatan kanker ialah senyawa andrografolida (zat pahit) bermanfaat sebagai hepatoprotektor yang sangat potensial untuk menghambat sitoksisitas hepar dan anti-inflamasi. Neo-andrografolida dan deoksi-andrografolida juga berkhasiat sebagai anti-inflamasi. Sifat antibiotik Sambiloto sangat membantu dalam penyembuhan luka akibat kanker. Berdasarkan penelitian praklinis, ekstrak Sambiloto bermanfaat sebagai antitumor dan menghancurkan inti sel kanker.

5. Temu Putih 

Tanaman temu putih Curcuma Zedoarid Berg. Roscoe), masih satu family dengan kunyit putih dan kunir putih. Dibandingkan dengan kedua saudaranya tersebut, temu putih mempunyai khasiat dan efektifitas pengobatan lebih tinggi.

  • Kandungan kimia yang terkandung dalam temu putih antaranya monoterpen, sesquiterpener, dan minyak penguap lainnya, seperti zedoarone, curdione, epicurminol, curzerene, curcumenol, serta curcumin.
  • Tanaman temu putih memiliki khasiat sebagai antiasma, antilemar dan penurun kolesterol, penambah nafsu makan, memperlancar peredaran darah, tonikum, pengobat luka, penawar racun, serta antidiabetes.
  • Khasiat untuk pengobat kanker adalah komponen epiguminoldan zedoarone yang terkandung dalam rimpang temu putih berkhasiat sebagai antitumor. Senyawa monoterpen yang terkandung dalam minyak asiri berkhasiat sebagai antineoplastik (antikanker) dan telah terbukti menonaktifkan pertumbuhan sel kanker payudara. Curcumin berkhasiat sebagai anti-inflamasi (antiradang) dan anti oksidan yang dapat mencegah kerusakan gen. sementara itu curcumenol berkhasiat sebagai hepatoprotektor (pelindung hati).

6. Temulawak

Temulawak (Curcuma xanthorhiza Roxb) termasuk family Zingiberaceae.

  • Kandungan kimia temulawak banyak mengandung curcumin dan monodesmetoksi curcumin.
  • Khasiat utama temulawak adalah sebagai hepatoprotektor dan menambah nafsu makan. Juga bersifat antiperik dan antibakeri.
  • Kandungan curcumin dalam temulawak berkhasiat sebagai antioksidan, anti-inflamasi, dan antitomor. Ekstrak temulawak mencegah penyakit hati termasuk hepatitis B.

7. Meniran

Meniran (Phyllanthus nirv Linn) termasuk family Euphorbiaceace.

  • Kandungan utama meniran mengandung bahan damar; tanin; mineral kalium; senyawa flavonoid; senyawa lignan.
  • Tanaman ini mempunyai fungsi sebagai anti hepatotoksik, diuretik, penambah nafsu makan, antiradang, anti perik, peluruh dahak, peluruh haid, dan imunistimulator.
  • Khasiat untuk obat kanker adalah senyawa flavonoid yang terkandung dalam meniran sebagai anti oksidan dan anti neoplastik (antikanker). Senyawa lignan sebagai anti neoplastik (antikanker). Tanin yang banyak ditanaman meniran dapat menghambat aktivasi enzim polimerase DNA dari virus Epstein Bars (Virus yang diduga sebagai virus penyebab kanker getah bening.

 

8. Keladi Tikus

Keladi Tikus (Typhonium Flagelliforme Loud) termasuk family Aracceac.

  • Kandungan kimia keladi tikus belum banyak diketahui
  • Tanaman ini bersifat antivirus dan antibakteri.
  • Hasil penelitian bahwa sari keladi tikus dapat menghambat dan menghasilkan sel kanker, serta menghilangkan efek buruk kemoterapi.

Tanaman Pendukung Penyebuh Kanker

1. Mahkota Dewa

Phaleria papuana Warb Val. Wichannir (Val) Back atau Phaleria Macrocarpa (Scheff) Boerl, termasuk family Thymelaecae.

  • Kandungan kimia mahkota dewa adalah alkaloid, saponin, flavanoid, polifenol, terpenoid dan senyawa resiu.
  • Tanaman ini mempunyai sifat sebagai antialergi, oksitosin, dan sintosinon yang dapat memacu kerja otot, serta antihisfamin (alergi atau gatal).
  • Saponin dalam kulit buah mahkota dewa berkhasiat sebagai antineoplastik (antikanker) flavonoid berkhasiat sebagai anti oksidan dan antineoplastik. Sementara alkoloid merupakan senyawa yang berkhasiat sebagai antioksidan. Buah mahkota dewa juga mempunyai khasiat sebagai antiradang (anti-inflamasi)

 

2. Mengkudu

Mengkudu (Morinda Citrifolia Linn) termasuk family Rubiaceae.

  • Kandungan utama buah mengkudu bahan-bahan seperti minyak asiri, alkoloid, saponin, flavonoid, polifenol, antrakinon, damnacanthal, proxeronine, dan methoxy-2-formyl-3-, hidroxyanthraquinone. Daunnya mengandung protein zat kapur, zat besi, karoten dan askorbin.
  • Mengkudu berkhasiat sebagai stomakik (penambah nafsu makan) purgatif (pelancar buang air besar), kemopreprentif, anti-inflamasi, dan antitumor. Juga berkhasiat sebagai imunodulator, adaptogen (mengembalikan fungsi sel) pereda sakit, penghambat fungsi pra kanker, serta meningkatkan aktivitas limfosit.
  • Khasiat untuk pengobat kanker adalah saponin, yang terkandung dalam buah mengkudu berkhasiat sebagai antioksidan dan antineoplastik (antikanker). Flavonoid berkhasiat sebagai anti oksidan dan antineoplastik. Sementara itu senyawa polifenol salah satu fitokimia yang berkhasiat sebagai anti oksidan. Pemakaian buah mengkudu dalam pengobatan kanker lebih ditekankan untuk komperhensif.

 

3. Lidah Buaya

Lidah buaya (Aloevera Linn atau Aloe Barbadensis Mill) termasuk family liliaceae.

  • Kandungan kimia lidah buaya mengandung aloin, barboloin, isobarboloin, betabarboloin, dieonin dan aleosin, polisakarida, acemannan, dan glukomannan
  • Lidah buaya bersifat dingin  berkhasiat sebagai penurun kadar gula, pengontrol tekanan darah, antibiotik, dan analgesik (pereda sakit), zat aloin dalam lidah buaya berfungsi sebagai pencakar.
  • Khasiat untuk pengobatan kanker pemakaian lidah buaya lebih ditekankan sebagai imunoterapi dengan menstimulasi kekebalan tubuh terhadap serangan kanker dan ditunjang oleh khasiatnya sebagai anti-inflamasi (antiradang), fungsi ini berkaitan dengan senyawa polisakarida yang terkandung dalam gel daunnya. Sementara itu acemannan yang diisolasi dari daun lidah buaya memiliki khasiat sebagau antikanker dan antitumor.

 

 

Salah satu tanaman yang berpotensi untuk dikembangkan sebagai obat antikanker adalah tanaman Ceplukan atau Physalis angulata. Biji tanaman ceplukan mengandung 12-25% protein, 15-40% asam palmitat dan asam stearat (Sudarsono, dkk., 2002). Daun tanaman ceplukan mengandung glikosida flavonoid (luteolin), mirisetin 3-Oneohesperidosida (Ismail & Alam, 2001),. sedangkan tunasnya mengandung flavonoid dan saponin (Sudarsono, dkk., 2002). Dari beberapa kandungan tersebut kemungkinan ada senyawa yang memiliki efek antiproliferatif terhadap sel kanker.

Telah banyak jenis tanaman yang diduga dan diyakini dapat menyembuhkan penyakit kanker, salah satunya adalah tanaman mahkota dewa [Phaleria macrocarpa (Scheff.) Boerl] (Harmanto, 2001). Tanaman mahkota dewa secara empiris mempunyai banyak khasiat dapat menyembuhkan beberapa penyakit diantaranya pegal-pegal, flu, alergi, diabetes, hingga kanker. Di Jawa daun dan buah dimanfaatkan sebagai obat gatal-gatal dan eksim. Cangkang biji mempunyai rasa sepet dan pahit, bila dikonsumsi secara langsung dapat mengakibatkan mabuk, pusing bahkan pingsan, namun cangkang ini dimanfaatkan untuk mengobati penyakit kanker payudara, kanker rahim, sakit paru-paru dan sirosis hati. Bijinya sangat beracun dan dapat menyebabkan muntah muntah dan lidah mati rasa, hanya digunakan sebagai obat luar untuk penyakit kulit. Batang mahkota dewa digunakan untuk mengobati kanker tulang, sedang daunnya bisa menyembuhkan lemah syahwat, disentri, alergi, dan tumor. Daging buah mengandung senyawa golongan alkaloid, saponin, flavanoid, dan polifenol (Anonim, 2008). Bila dikonsumsi dalam keadaan segar, buah mempunyai efek samping, yaitu bengkak di mulut, sariawan, mabuk bahkan keracunan yang penyebabnya belum diketahui dengan pasti. Beberapa uji efikasi dan keamanan beberapa ekstrak daging buah, biji, dandaun  mahkota dewa telah banyak diteliti (Widowati, 2004), tetapi bagian kulit batang masih sangat terbatas (Hertiani, 2002).  Struktur senyawa yang terkandung dalam tanaman mahkota dewa masih belum banyak yang terungkap, beberapa yang ditemukan pada daun mahkota dewa adalah 4,5-dihidroksi,4’-metoksibensofenon-3-O-_-D-glukosida yang kemudian diberi nama phalerin (Wahyuningsih dkk, 2005). Senyawa tersebut tidak toksik dan diduga dapat berfungsi sebagai imunostimulan. Sedang dalam daging buah ditemukan senyawa baru 4,4’-dihidroksi-2-metoksibensofenon-6-O-_D-glukopiranosida yang kemudian diberi nama mahkoside A dan 6 senyawa lain, yaitu mangiferin, kaempferol-3-O-_-D-glukosida, asam dodekanoat, asam palmitat, etil stearat dan sukrosa (Zang et al.,2006), tetapi senyawa-senyawa tersebut belum diuji aktivitas biologinya. Makalah ini melaporkan hasil penelitian yang telah dilakukan yaitu ekstraksi dan fraksinasi simplisia kulit batang mahkota dewa serta uji sitotoksik terhadap pertumbuhan sel kanker lestari manusia, yaitu servik HeLa, leukemia THP1, karsinoma paru-paru A549, dan limfoma HUT78. Sebagai uji pendahuluan digunakan sel kanker tikus leukemia L1210.

Penelitian epidemiologi menunjukkan adanya  hubungan antara kejadian kanker dengan makanan. Data ini menyebabkan timbulnya pemikiran bahwa dalam makanan tertentu terkandung bahan yang dapat mencegah terjadinya kanker. Salah satu bahan yang banyak diteliti adalah bahan antioksidan dalam makanan. Antioksidan adalah bahan yang dapat menangkap elektron bebas yang dilepaskan oleh radikal bebas tanpa menyebabkan instabilitas pada molekul itu sendiri, sehingga dapat mengurangi kerusakan DNA. Dengan demikian diasumsikan bahwa onkogenesis pada fase sangat awal dapat dicegah dengan pemberian antioksidan. Flavonoid merupakan salah satu bentuk antioksidan. Salah satu ß avonoid yang penting adalah antosianin. Umbi ubi jalar ungu (Ipomoea batatas) merupakan salah satu bahan makanan yang memiliki kandungan senyawa antioksidan yang sangat tinggi, yaitu isoß avonoid. Umbi ubi jalar ungu telah banyak digunakan untuk komsumsi sehari-hari. Adanya kenyataan bahwa kanker bisa dicegah dengan antioksidan, maka memberikan kemungkinan penggunaan umbi ubi jalar ungu yang mengandung  antioksidan untuk mencegah kanker. Untuk membuktikan secara ilmiah aktivitas umbi ubi jalar ungu maka selanjutnya perlu dilakukan pengujian secara langsung terhadap sel kanker.

Pada penelitian ini telah dilakukan uji efek antikanker (sitotoksik dan antiproliferatif) dari ekstrak etanol umbi ubi jalar ungu terhadap sel kanker payudara T47D. Umbi ubi jalar ungu mengandung antosianin yang tinggi yakni 110 mg/100 gram sampai 210 mg/100 gram umbi segar. Antosianin merupakan salah satu antioksidan yang diperkirakan mempunyai mekanisme antikanker. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak etanol umbi ubi jalar ungu memiliki aktivitas sitotoksik terhadap sel kanker payudara T47D. Efek  sitotoksik ini dapat disebabkan karena kandungan senyawa aktif pada umbi ubi jalar ungu yaitu antosianin. Pada penelitian ini juga terlihat bahwa ekstrak etanol umbi ubi jalar ungu menghambat proliferasi sel kanker payudara T47D.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB IV

KESIMPULAN

Dari pembahasan dalam bab sebelumnya, dapat disimpulkan bahwa tumbuhan obat yang telah dipatenkan menjadi obat penyembuh kanker atau tanaman yang digunakan untuk pendukung penyembuhan penyakit kanker semuanya mengandung saponi, flavonodal, dan polifenol yang berkhasiat sebagai antineoplastik dan antioksidan yang mana merupakan bahan yang penting untuk penyembuhan kanker. Adapun tanaman yang telah dipatenkan menjadi obat kanker karsinom-1 untuk mengobati kanker, terutama untuk kanker yang telah mengalami metastasis.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

  1. Mangan, Yellia, Cara Bijak Menaklukkan Kanker,Jakarta: Agromesia Pustaka, 2003
  2. 2.    Sumardika, Wayan, EFEK SITOTOKSIK DAN ANTIPROLIFERATIF EKSTRAK ETANOL UMBI UBI JALAR UNGU  (Ipomoea batatas  L)TERHADAP SEL LINE KANKER PAYUDARA T47D. Diakses pada tanggal 7 Oktober 2012
  3. 3.    Maryati, POTENSI SITOTOKSIK TANAMAN CEPLUKAN (Physalis angulata L) TERHADAP SEL HeLa CYTOTOXIC EFFECTS OF Physallis angulata PLANT On HeLa  CELL LINE. Diakses pada tanggal 7 oktober 2012
  4. 4.    Katrin, Ermin AKTIVITAS SITOTOKSIK FRAKSI-FRAKSI EKSTRAK ETIL ASETAT KULIT BATANG MAHKOTA DEWA [Phaleria macrocarpa (Scheff.) Boerl] TERHADAP SEL KANKER MANUSIA. Diakses pada tanggal 7 oktober 2012
  5. 5.    http://hanscorp.web.id/obat-herbal-penyembuh-kanker/ Diakses pada tanggal 10 Oktober 2012

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s